My Story

* Anak TK Dan Sekantong Kentang *

Seorang Ibu Guru TK mengadakan sebuah permainan untuk murid-murid nya. Ibu guru pun memerintahkan  anak-anak murid-nya untuk membawa sebuah kantong plastik transparant 1 buah dan kentang. Dan masing-masing kentang itu harus diberi nama, berdasarkan nama orang yang mereka benci. Dan jumlah kentang-nya pun tidak ditentukan, karena banyak atau dikitnya kentang yang harus mereka bawa berdasarkan  berapa orang yang mereka benci. Semakin banyak orang yang dibenci tentunya akan semakin banyak pula kentang yang harus mereka bawa.
Alhasil pada yang telah ditentukan oleh Ibu guru tersebut, Murid-murid pun membawa kentang mereka yang dimasukan dalam sebuah kantong plastik yang transparant, dan kentang yang dibawa oleh anak-anak tersebut pun bervariasi. Ada yang 1, ada yang 2, ada yang 3 bahkan ada yang lebih dari itu. Dan anak-anak pun diharuskan membawa kemana saja mereka pergi kantong plastik yang berisi kentang tersebut, kekamar mandi, kehalaman sekolah bahkan saat mereka sedang bermain pun mereka harus tetap membawanya selama satu minggu. Pada awalnya mereka biasa saja, tidak ada yang mengeluh dan protes. Hari berganti hari dan kentang tersebut sudah mulai membusuk dan menyebarkan aroma tak sedap, mereka pun jadi merasa terganggu dan tidak nyaman karena harus selalu bersama-sama dengan kentang busuk tersebut. Dan anak-anak pun mulai mengeluhkan ketidak nyamanan mereka, selain berat karena ada yang lebih dari 5 buah dan busuk lagi. Dapat kita bayangkan bagaimana perasaan anak-anak itu. Dan setelah waktu 1minggu berakhir, mereka pun jadi merasa lega sebab penderitaan mereka sudah berakhir tidak lagi harus menenteng-nenteng kantong plastik berisi kentang busuk.
Lalu ibu guru pun mulai bertanya kepada murid-murid-nya tentang pengalaman mereka dalam membawa kentang dalam kantong plastik hingga membusuk. Keluarlah berbagai macam keluhan dari mereka, ada yang jijik, ada yang kesal, ada yang marah dan masih banyak lagi. Lalu ibu guru pun memberi penjelasan pada mereka dengan sangat sederhananya.
Anak-anak ku sekalian seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa kemana pun kita pergi,
seperti itulah jika kita tidak dapat memaafkan orang lain..! sungguh sangat tidak menyenangkan jika kemanapun kita pergi harus membawa sekantong kentang busuk, itu hanya 1 minggu, bagaimana kalau 2 minggu, 1 bulan atau mungkin 1 tahun atau bisa juga seumur hidup...pastinya kita akan merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan itu. Maka dari itu ketika kita tidak mau memaafkan kesalahan orang lain dan menerima kekurangan-nya, maka kita seperti sedang menenteng kantong plastik berisi kentang busuk dan seperti sedang memegang bola berduri. Semakin kita tidak mau membuang kantong plastik berisi kentang busuk dan bola berduri yang tak ingin kita lepaskan. Maka kita sendiri yang akan merasakan sakit dan bau. Membenci orang juga bisa diibaratkan dengan kita meminum racun dan kita mengharapkan orang yang kita benci akan keracunan.
Maka dari itu tidak ada jalan lain selain memberi maaf dan mengikhlaskan semua-nya meskipun akan sangat sulit bagi kita...karena dengan memberi maaf akan membuat hati menjadi tenang..damai dan ikhlas....Semoga cerita ini menjadikan kita lebih bisa menerima dan menjadi seorang yang pemaaf...!!
                                                                                                                By: Aisyah


*Kekasih Ku Dan Bidadari Surga*

Kekasih ku...
Jika tiba waktu kita untuk berpisah..
Ketika datang saat dimana kita tak bersama lagi..
Saat dimana kita tak akan berjumpa lagi...
Maka akan kusemai cintamu di surga...
Dalam istana taqwa...
Kekasih ku....
Senyumku kerap kali mengembang ...
Bak rekahan mawar ...
Saat ku lambungkan angan melintas surga..
Tak ingin ku pungkiri...
Tak mampu ku sembunyikan...
Tak dapat ku ingkari....
Betapa cemburu bergayut di kalbu...
Saat terlintas pada bidadari surga....
Cantik elok nan menawan...
Berparas jelita bermata jeli...
Terlihat kerlip bak sang kejora..
Mendayu merdu suaranya bak buluh perindu..
Yang hendak membagi kasihmu dengan ku...
Kekasih ku....
Ku tahu keelokan parasnya tak ada tandingan...
Keindahan mereka tak ada saingan...
Meskipun kau kerap memujaku..
Meskipun kau selalu meyanjungku..
Meskipun kau selalu membisikan kata cinta untukku..
Disetiap hembusan nafas mu...
Namun..seperti yang kau tahu...
Aku teramat pecemburu...
Jika rasa itu menghinggapi ku....
Maka aku akan selalu mengingat kata-katamu..
Keelokan bidadari dan kecantikannya....
Memang tak pernah ada duanya..
Namun wanita dunia jauh lebih mulia...
Dan tak ada bandingannya...
Karena engkau telah bersusah payah untukku...
Karena engkau telah menerimaku...
Apa adanya diriku...
Dan kau telah beribadah sewaktu di dunia...
Itulah perkataan mu...
Kekasih ku...
Dan saat itu pula asa ku melayang ...
Berbunga dan merekah...
Kau selalu mengerti aku...
Dan kau selalu tahu ...
Untuk membuat ku bahagia
  By: Aisyah


~ Tuhan Dalam Kehidupan Kita ~


Seorang anak berbisik  "Tuhan, jawablah aku" Dan seekor burung pun bernyanyi, tetapi sang anak tak mendengar. Kemudian sang anak berteriak  "Tuhan, jawablah aku" Dan petir pun menyambar dengan keras. Tetapi sang anak tetap tak mendengar. Sang anak pun melihat sekelilinganya, dan berkata  "Tuhan, tunjukan diri-Mu padaku" Dan sebuah bintang pun bersinar dan berkedip terang, tetapi sang anak tak menyadarinya. Sang anak pun berteriak lebih keras lagi  "Tuhan, tunjukan keajaiban-Mu padaku" Dan kelahiran pun terjadi, tetapi sang anak tidak mengetahuinya. Sang anak akhirnya menangis sambil berkata  "Tuhan, sentuh aku, dan biarkan aku tahu bahwa diri-Mu ada didekat ku" Kemudian Tuhan pun turun , dan menyentuh anak itu, tetapi sang anak menyingkirkan seekor kupu-kupu yang ada di bahunya. Dan melangkah pergi sambil menangis dan tak menentu arah...

Kehadiran Tuhan dan karunia-Nya  selalu hadir di sekitar kehidupan kita, tanpa kita sadari atau tidak...(Ravindra Kumar Karnani)