" Kau boleh memberi mereka cintamu, tetapi bukan pikiranmu, karena mereka memiliki pikiran sendiri. boleh merumahkan tubuh mereka, tetapi bukan jiwa mereka. Karena jiwa-jiwa mereka berkeliling dalam rumah esok hari, yang tidak dapat kau kunjungi, bahkan dalam mimpi sekalipun. Kau boleh berusaha seperti mereka, tetapi jangan membuat mereka menjadi sepertimu. Karena hidup tidak berjalan mundur, atau berkaitan dengan kemarin."
" Kau adalah busur di mana panah anak-anakmu diluncurkan. Pemanah melihat tanda di jalan setapak kepastian, dan ia membengkokkanmu dengan kekuatan-Nya sehingga panah-Nya melesat cepat dan jauh. Biarkan bengkokmu ditangan pemanah menjadi kegembiraan; Karena bahkan saat ia mencintai panah yang terbang, ia juga mencintai busur yang diam.."
By: Kahlil Gibran.